Beberapa hasil dokumentasi foto serangkaian acara Ritual Larung Sesaji dalam penutupan "Grebeg Suro 2015"
Kecamatan Sawoo
Kantor Kecamatan Sawoo berada di Desa Prayungan
Perempuan Penunggang Kuda
Acara rutin setiap memperingati hari Kemerdekaan 17 agustus 1945 Kecamatan Sawoo selalu mengadakan kirab pusaka "Dhara Manggala" yang diiringi dengan drumband SMA Bakti Ponorogo
Mayoret Drumband SMA Bakti Ponorogo
Acara rutin setiap memperingati hari Kemerdekaan 17 agustus 1945 Kecamatan Sawoo selalu mengadakan kirab pusaka "Dhara Manggala" yang diiringi dengan drumband SMA Bakti Ponorogo
Pusaka "Dhara Manggala"
Pusaka "Dhara Manggala" adalah pusaka Sunan Kumbul yang berada di Petilasan yang akan dikirabkan menuju ke Kantor Kecamatan Sawoo
Kereta Kuda Bapak Bupati Ponorogo
Dalam memperingati Acara Kirab Pusaka "Dhara Manggala" di Kecamatan Sawoo juga di hadiri Bapak Bupati Ponorogo yang ikut menunggangi kereta kuda
Rabu, 11 November 2015
Larung Sesaji di Telaga Ngebel "Grebeg Suro 2015"
11.28.00
Grebeg Suro, Kabupaten Ponorogo, Larung Sesaji, Larung Sesaji di Telaga Ngebel "Grebeg Suro 2016", Telaga Ngebel
No comments
Rangkaian acara Grebeg Suro dan Festival Reog Nasional (FRN), ditutup dengan ritual larungan sesaji “Buceng Agung” (Tumpeng raksasa) di Telaga Ngebel.
Ribuan warga dari berbagai pelosok daerah di Ponorogo maupun sekitarnya,
tampak memadati seluruh area bibir telaga yang menjadi tempat larung.
Mereka juga disuguhi berbagai tarian daerah.
Sebelum dilarung, Buceng Agung terlebih dahulu diarak keliling Telaga
Ngebel. “Dalam tradisi masyarakat Ponorogo, ritual pelarungan yang
menandai penutupan Grebeg Suro ini merupakan perwujudan tradisi ‘Mapak
Tanggal’ (Manandai tahun baru dalam kalender Jawa atau tahun baru
Islam),”
Beberapa hasil dokumentasi foto serangkaian acara Ritual Larung Sesaji dalam penutupan "Grebeg Suro 2015"
Beberapa hasil dokumentasi foto serangkaian acara Ritual Larung Sesaji dalam penutupan "Grebeg Suro 2015"
Rabu, 19 Agustus 2015
Jumat, 01 Mei 2015
Teknologi Telekomunikasi 4G Tidak Lepas dari Peran Perempuan
23.52.00
Cewek Jogja, Mahasiswi Jogja, Mahasiswi Yogyakarta, Perempuan Jogja, Teknologi, Teknologi 4G, Teknologi 4G dan Kemajuan Wanita Jogja, Wanita Jogja, Wanita Yogyakarta, XL 4G LTE
6 comments
Teknologi di bidang
telekomunikasi 4G di indonesia sangatlah pesat, tak terkecuali di kota Gudeg Yogjakarta.
Teknologi ini mampu mempengaruhi kehidupan Wanita Yogjakarta, perkembangan
teknologi yang semakin canggih dikarenakan berkembangnya media-media baru yang
muncul di dalam ranah masyarakat terutama bagi Wanita Jogja. Media baru
tersebut dengan mudah mempengaruhi apa yang ada di dalam kehidupan WanitaYogjakarta. Termasuk perkembangan teknologi 4G yang memberikan dampak yang
cukup positif bagi kehidupan Wanita Jogja, saat ini teknologi tersebut menjadi
sesuatu hal yang sangat mudah di lakukan tanpa mengenal batasan jarak maupun
tempat. Selain itu dalam dunia media massa perkembangan teknologi juga mampu
memberikan kemudahan bagi Perempuan Jogja untuk memperoleh informasi secara
cepat terutama yang berkeinginan membeli barang secara online. Tidak bisa di
pungkiri dalam perkembangan sang sangat pesat teknologi komunikasi 4G di
Indonesia terutama di Yogjakarta para Mahasiswi Yogjakarta ikut andil yang
sangat besar baik itu sebagai pengguna maupun sebagai pengembang dari teknologi
itu sendiri.
Pasti banyak pertanyaan yang
terbesit di benak kita tentang apa pentingnya teknologi 4G bagi Perempuan Jogja?
Banyak orang yang berasumsi bahwa perempuan adalah warga nomor kelas dua, di
bawah laki-laki. Lebih parahnya hal ini juga didukung dengan budaya yang
dibentuk masyarakat bahwa wanita itu mahluk yang lemah dan selalu butuh bantuan
laki-laki. Maka dari itu, banyak istilah-istilah yang muncul di masyarakat bahwa
wanita itu konco wingking atau tugas wanita itu 3 M (Macak, Manak, Masak).
Namun, bagi wanita terutama di Yogjakarta berusaha ingin menunjukan jika mereka
bisa setara dengan laki-laki bahkan bisa lebih di atas laki-laki.
Dalam memperingati hari Kartini,
emansipasi wanita, kita mendefinisikan bahwa Perempuan Jogja juga harus
berkarya menggunakan teknologi 4G yang sangat berkembang seperti saat sekarang
ini, kita juga harus mendorong lebih banyak Perempuan Jogja dan Mahasiswa Jogja
untuk berkarya menggunakan teknologi 4G dengan menyediakan pelatihan untuk
belajar dan menjadi bagian dari solusi dengan menumbuhkan kewirausahaan melalui
usaha berbasis teknologi tersebut.
Untuk para Mahasiswi Yogjakarta
yang masih dibangku kuliah harus lebih giat belajar agar bisa lebih berinovasi
dan berkarya lagi, dan tidak ketinggalan dalam wawasan teknologi yang semakin
lama semakin berkembang seperti saat sekarang ini, dan untuk para Cewek Jogja
yang tidak bekuliah jangan bekecil hati dengan kemajuan teknologi tersebut
kalian bisa kursus di lembaga-lembaga yang sudah terpercaya agar kalian bisa
berusaha dan membuat usaha seperti online shop dengan barang Reseller.
Selain itu teknologi tidak selamanya memberi kesan negative tetapi adanya dampak positif bagi kaum wanita jika teknologi bisa kita kembangkan dengan baik. Sebagai seorang wanita, kita juga harus pintar dalam memanfaatkan perkembangan teknologi. Maka dari itu, para wanita harus selalu meyakini bahwa didalam teknologi ini peran kita juga dapat dibutuhkan.

Selain itu teknologi tidak selamanya memberi kesan negative tetapi adanya dampak positif bagi kaum wanita jika teknologi bisa kita kembangkan dengan baik. Sebagai seorang wanita, kita juga harus pintar dalam memanfaatkan perkembangan teknologi. Maka dari itu, para wanita harus selalu meyakini bahwa didalam teknologi ini peran kita juga dapat dibutuhkan.
Kamis, 20 Februari 2014
Jumat, 20 Desember 2013
Groundbreaking Proyek Pembangunan Waduk Bendo oleh Menteri Pekerjaan Umum RI Djoko Kirmanto
22.13.00
Groundbreaking Proyek Pembangunan Waduk Bendo, Kecamatan Sawoo, Menteri Pekerjaan Umum RI Djoko Kirmanto, Pembangunan Waduk Bendo, Waduk Bendo
No comments
Pada hari selasa tanggal 17 Desember 2013, PT NINDYA KARYA (Persero) Divisi IV melaksanakan kegiatan Groundbreaking Proyek Pembangunan Waduk Bendo yang berlokasi di kawasan Waduk Bendo, Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo.
Groundbreaking atau tahap awal dimulainya pembangunan waduk di Jawa Timur tersebut diresmikan langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum bapak Djoko Kirmanto. Dalam peresmian tersebut dihadiri pula oleh Bapak Dirjen SDA, Para Direktur di lingkungan Kementerian PU, serta Bupati Ponorogo, Bpk. Amin, S.H. selaku tuan rumah kegiatan. Sedangkan dari NINDYA dihadiri oleh Direktur Produksi & Sistem bapak Erijanto dan bapak Bagus P Ririh S selaku Wakil Manajer Proyek.
Proyek Pembangunan Waduk Bendo merupakan proyek Joint Operation (JO) antara Wijaya Karya – Hutama karya – Nindya Karya dengan pendanaan APBN murni (Tahun Anggaran Jamak 2013 – 2017). Waktu pelaksanaan proyek tersebut selama 4,5 tahun, terhitung dari kontrak dimulai pada tanggal 9 September 2013 dan berakhir pada tanggal 17 Desember 2017.
Groundbreaking atau tahap awal dimulainya pembangunan waduk di Jawa Timur tersebut diresmikan langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum bapak Djoko Kirmanto. Dalam peresmian tersebut dihadiri pula oleh Bapak Dirjen SDA, Para Direktur di lingkungan Kementerian PU, serta Bupati Ponorogo, Bpk. Amin, S.H. selaku tuan rumah kegiatan. Sedangkan dari NINDYA dihadiri oleh Direktur Produksi & Sistem bapak Erijanto dan bapak Bagus P Ririh S selaku Wakil Manajer Proyek.
Proyek Pembangunan Waduk Bendo merupakan proyek Joint Operation (JO) antara Wijaya Karya – Hutama karya – Nindya Karya dengan pendanaan APBN murni (Tahun Anggaran Jamak 2013 – 2017). Waktu pelaksanaan proyek tersebut selama 4,5 tahun, terhitung dari kontrak dimulai pada tanggal 9 September 2013 dan berakhir pada tanggal 17 Desember 2017.
Langganan:
Postingan (Atom)















.jpg)















