Kecamatan Sawoo

Kantor Kecamatan Sawoo berada di Desa Prayungan

Perempuan Penunggang Kuda

Acara rutin setiap memperingati hari Kemerdekaan 17 agustus 1945 Kecamatan Sawoo selalu mengadakan kirab pusaka "Dhara Manggala" yang diiringi dengan drumband SMA Bakti Ponorogo

Mayoret Drumband SMA Bakti Ponorogo

Acara rutin setiap memperingati hari Kemerdekaan 17 agustus 1945 Kecamatan Sawoo selalu mengadakan kirab pusaka "Dhara Manggala" yang diiringi dengan drumband SMA Bakti Ponorogo

Pusaka "Dhara Manggala"

Pusaka "Dhara Manggala" adalah pusaka Sunan Kumbul yang berada di Petilasan yang akan dikirabkan menuju ke Kantor Kecamatan Sawoo

Kereta Kuda Bapak Bupati Ponorogo

Dalam memperingati Acara Kirab Pusaka "Dhara Manggala" di Kecamatan Sawoo juga di hadiri Bapak Bupati Ponorogo yang ikut menunggangi kereta kuda

Minggu, 14 Agustus 2016

Inilah 21 Nama Yang Lolos Seleksi Lelang Jabatan Kepala Dinas di Pemkab Ponorogo

AGUS PRAMONO, Sekdakab Ponorogo

Setelah ke 48 orang yang mengikuti lelang jabatan, keluar 21 nama yang akan mengisi tujuh jabatan.Yaitu untuk jabatan kepala Dinas Kesehatan, kepala Dinas Pendidikan, kepala Dinas Pekerjaan Umum, kepala Dinas Perhubungan, kepala Badan KB, Sekretaris DPRD dan dikertur RSUD Harjono Ponorogo. Ke-21 orang tersebut menyingkirkan 27 kandidat lain yang bersaing dalam seleksi ini.
Tiga nama di peringkat tertinggi di masing-masing jabatan ini nantinya akan disodorkan kepada bupati sebagai pejabat pembina kepegawaian. Belum tentu pencapai nilai tertinggi yang akan menjadi kepala SKPD yang kini kosong dari jabatan definitif tersebut.
Ke 21 nama yang lulus seleksi dalam lelang Jabatan Pemkab Ponorogo



Calon Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes)
1. drg Rahayu Kusdarini
2. dr Yayuk Dwi Wahyuni
3. dr Siti Robiah Tarwiati


Calon Kepala Dinas Pendidikan (Dindik)
1. Tutut Erliena
2. Pujianto
3. Bambang Supriyadi

Calon Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU)
1. Jamus Kunto Purnomo
2. Bambang Suhendro
3. Sunarti Aningsih

Calon Kepala Dinas Perhubungan komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo)
1. Djuanedi
2. Widodo Putro
3. Joko Waskito

Calon Kepala Badan Keluarga Berencana (BKKBN)
1. Harjono
2. Henry Indra Wardana
3. Akhmad Ghufron Fuadi

Calon Sekretaris Dewan (Sekwan)
1. Herry Sutrisno
2. Suko Kartono
3. Setiyo Wibowo

Calon direktur RSUD Dr Harjono 
1. dr Made Keren
2. dr Agus Mulyanto
3. drg Santi Pratowo Hardianing

Sumber: http://kanalponorogo.com/

Bupati Ponorogo Mendapat Gelar Kehormatan dari Keraton Surakarta Hadiningrat

 
Bupati Ponorogo saat menerima kakancing dari GKR Kusmurtiyah Wulandari

Prosesi penganugerahan gelar (wisudan) bertempat di Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo dihadiri sejumlah perwakilan dari Keraton Surakarta Hadiningrat yaitu Pangageng Wilopo DR. KPH Edy  Wirobumi beserta GKR Galuh Kencono, GKR Sekar Kencono, GKR Kusmurtiyah Wandonsari, dan GKR Retno Dumilah bersama keluarga Kraton Surakarta Hadiningrat dan Forkomimda Ponorogo.

Dalam prosesi tersebut, Pengageng Wilopo DR. KPH Edy Wirobumi, menyampaikan, dengan adanya Penganugerahan Gelar ini bisa mengemban amanah menjadi pengayom masyarakat.

“Diharapkan dengan adanya jalinan silaturrahmi ini nantinya akan mendapatkan berkah dan anugerah dari Allah SWT, dengan adanya silaturrahmi ini dalam dijadikan tonggak untuk menjaga budaya yang sudah ada dan Kraton Surakarta Hadiningrat adalah contoh budaya yg harus tetap dijaga kelestariannya,”ucapnya.

Sementara itu pangageng Wilopo GKR Kusmurtiyah Wulandari. selain mengucapkan selamat dan salam sejahtera kepada semua yang hadir dalam kegiatan ini juga berharap kegiatan ini bisa sebagai penyambung tali silaturrahmi yang selama ini terputus, sehingga kedepan akan terjalin kembali hubungan yang harmonis antara Kabupaten Ponorogo dengan Kraton Surakarta Hadiningrat.

Disebutkanya, telah tercatat di buku sejarah Paku Buwono ke II pernah berkunjung ke Ponorogo tepatnya di Tegalsari menemui Kyai Kasan Besari dan Bupati Ponorogo Suro Agul Agul pernah menjadi pemimpin pasukan Kraton Surakarta Hadiningrat pada era Paku Buwono ke II.


“Maka dari niatan kita hanya untuk menjalin tali silaturahmi yang selama ini belum terjalin dengan baik karena adanya ikatan sejarah antara Ponorogo dengan Kraton Surakarta Hadiningrat,”urainya.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlisoni dan istri bersama pengageng keraton Surakarta Hadiningrat

Menurutnya, sampai saat ini Kraton Surakarta Hadiningrat merupakan kraton yang masih lengkap baik budaya dan pemerintahannya, karena masih memegang teguh budaya jawa.

Dalam prosesi tersebut juga dilakukan penyerahan kakancingan secara simbolis oleh Pangageng Wilopo KPH Edy Wirobumi, kepada Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni yang mendapatkan jabatan Santana Riya Nginggil dengan gelar dan tambahan nama menjadi Drs Kanjeng Raden Ario Ipong Muchlissoni Adinegoro beserta istrinya yaitu Sri Wahyuni  yang mendapatkan jabatan (pangkat) sebagai Bupati Riyo Nginggil dengan nama tambahan dan gelar Kanjeng Mas Ayu Tumenggung Sri Wahyuni Widyaningtyas.


Dikatakan DR.KPH Edy Wirobumi,”saya sebagai ketua umum Paguyuban Pamong Pakasa ingin menggabungkan Kraton Surakarta Hadiningrat dengan Kabupaten Ponorogo, tetapi kita harus berbakti dan mengabdi kepada NKRI, karena Kraton Surakarta Hadiningrat merupakan bagian NKRI yang memegang teguh Pancasila dan UUD 1945,”ucapnya.


Suasana pendopo agung kabupaten Ponorogo saat prosesi penganugerahan gelar kehormatan

Sementara itu, Bupati Ponorogo Ipong Muchlisoni usai acara mengatakan,”saya sangat terkesan dan bangga dengan diberikannya gelar KRA kepada saya sehingga saya akan meningkatkan kinerja dalam menjaga keutuhan NKRI. Sampai saat ini kami masih menjaga dan mengembangkan budaya jawa dan memperjuangkan kebudayaan tersebut, karena pada saat ini banyak budaya asing yang ingin melemahkan kebudayaan jawa yang bersumber dari Kraton Surakarta Hadiningrat,”kata Bupati Ipong.

Sumber: http://kanalponorogo.com/

Senin, 08 Agustus 2016

Parade Reog dan Gajah - Gajahan

PONOROGO.Minggu/7/8/2016/.Masih ditempat yang sama yaitu di Paseban Aloon-Aloon jl. Aloon – Aloon Utara Ponorogo dan route yang sama serta dievent yang sama pula, setelah diresmikannya Gelar budaya IX dan Parade seni gajah-gajahan pada hari Sabtu, 6/8/2016 kemarin, kini wakil bupati.Drs.H.Soejarno.MM. Giliran beliau untuk memberangkatkan Parade Seni Gajah Gajahan. Soejarno dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar besarnya atas partisipasi para seniman dan seniwati kabupaten Ponorogo yang turut serta memeriahkan dan mensukseskan acara tersebut. Dalam pemberangkatan 21 Reog dan 15 Gajah-gajahan pada ajara parade seni reog dan gajah gajahan tersebut ditandai oleh Wakil Bupati dan para pejabat serta Forpimda dengan memukul Rebana secara berbarengan
Acara yang cukup meriah dihari kedua pada gelar budaya IX dan Parade seni Reog dan gajah gajahan pada rangakaian peringatahn hari jadi Ponorogo ke 520 tersebut menampilkan 21 reog perwakilan dari 21 Kecamatan di Ponorogo dan 15 kontingen gajah gajahan dari berbagai desa dan pelosok desa di wilayah kabupaten Ponorogo. (PANJI)
Sumber: http://ponorogo.go.id/

Minggu, 07 Agustus 2016

Gelar Budaya

Sepanjang jalan aloon-aloon utara tepatnya seputaran paseban dan sepanjang jalan aloon-aloon Timur serta sepanjang jalan P.B.Jendral Sudirman hingga finish di jalan Suromenggolo dipadati ribuan pengunjung baik dari wilayah Ponorogo sendiri maupun dari daerah kabupaten lain yang ingin menyaksikan tradisi budaya dan seni yang digelar di kota yang kaya akan seni dan  budaya Ponorogo ini.
Gelar budaya ke IX yang banyak menampilkan atraksi atraksi seni dari berbagai daerah baik dari kabupaten Ponorogo sendiri maupun dari kabupaten lain diantaranya Madiun, Gunung Kidul dan lainnya. Secara resmi acara tersebut dibuka oleh bupati Ponorogo. H.Ipung Muchlissoni didampingi wakil bupati dan jajaran Forpimda kabupaten Ponorogo.
Dalam sambutannya Ipong menyampaikan bahwa gelar budaya ini merupakan rangkain dari peringatan hari jadi kabupaten Ponorogo, gelar budaya ini tidak sekedar hanya rangkaian tetapi menjadi wujud bahwa Ponorogo banyak memiliki potensi seni budaya, tidak hanya reog tetapi kita juga memiliki potensi seni budaya yang lain yang tidak kalah hebat seperti misalnya seni odrot yang model dan cara berpakaiannya mengingatkan pada zaman colonial Belanda. “Mudah mudahan dengan diselenggarakannya gelar budaya ini menambah semangat dan motifasi kawan kawan kita, teman teman kita seniman seniwati untuk terus berkarya dan berkesenian” tutur ipong mengakhiri sambutannya dan sekaligus membuka acara tersebut dengan ditandai penyerahan pecut Samandiman dari Klono Sewandono kepada beliau.
Inilah kota Ponorogo yang selalu menjadi perhatian dan keinginan masyarakat serta daerah lain untuk berkunjung dalam setiap tahunnya untuk menyaksikan agenda gelar dan apresiasi seni dan budaya (PANJI)
Sumber: http://ponorogo.go.id/

Jumat, 05 Agustus 2016

Pembukaan Festival Reog Mini Ke XIV


Aloon-Aloon Ponorogo digelar pembukaan festifal Reog Mini yang diikuti oleh kurang lebih 30 group reyog mini dari 21 kecamatan dan perwakilan dari beberapa SMP  yang juga mengirimkan group reyognya untuk ikut juga berkompetisi di festifal reog mini ke XIV ini.
Pembukaan peresmian festifal reog mini ke XIV dihadiri oleh Forpimda Ponorogo, Bupati Pacitan, Wali kota Madiun, Bupati Madiun yang dalam hal ini diwakili oleh  asisten terkait. Dalam sambutannya bupati Ponorogo H.Ipong Muchlissoni diantaranya menyampaikan usia 520 tahun adalah usia yang cukup tua bahkan mungkin tertua diwialayah karesidenan Madiun. Usia yang tua ini sudah selayaknya kita syukuri sekaligus merefleksikan diri apa yang sudah terjadi selama 520 th ini. Sebagai sebuah kabupaten Ponorogo mampu menjaga budayanya, mampu menjaga apa yang menjadi warisan  luhur bangsa, ini dapat kita tunjukkan dengan Reog Ponorogo  menjadi ikon Ponorogo bahkan menjadi kebanggaan bangsa Indonesia yang dikenal diseluruh dunia. Ipong juga menyampaikan bahwa Festifal Reog Mini merupakan sebuah media untuk memberikan kesempatan kepada anak anak kita, remaja remaja kita untuk terus mengembangkan reog Ponorogo
Usai menyampaikan sambutannya Bupati Ponorogo beserta istri dan didampingi oleh para pejabat dan forpimda berkenan menandai pembukaan Festifal Reog Mini ke XIV dalam rangka peringatan 520 Th Ponorogo dengan menabuh memainkan Kendhang yang serentak disambut meriah dengan tepuk tangan hadirin serta penonton berbarengan dengan dinyalakannya pesta kembang api yang begitu indah menghiasi suasana malam pembukaan tersebut.(PANJI)
Sumber: http://ponorogo.go.id/
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...